Langsung ke konten utama

VITERNA Plus Organik Serbuk Untuk Kesehatan Kambing



Viterna Plus Organik Serbuk hadir di awal tahun 2015 sebagai satu inovasi terbaru dari PT NASA (Natural Nusantara) dalam menjawab tantangan pasar di sektor peternakan saat ini. Sebagaimana kita tahu sebelumnya sudah hadir Viterna Plus Organik Cair dimana kualitasnya sudah teruji dan sudah banyak dibuktikan para peternak, bukan hanya di Indonesia, tapi sudah sampai mancanegara. Produk suplemen ternak ini merupakan bentuk lain dari Viterna Cair dimana keunggulan dan kualitasnya sama dengan produk cairnya.
Fungsi dan Kegunaan Viterna Plus Organik Serbuk
Viterna Plus sangat baik digunakan untuk penggemukan/pembesaran Sapi, Kambing, Domba, Ayam, Kelinci, Ikan, Udang dan sebagainya dengan fungsi sebagai berikut:

 
  • Menambah kandungan gizi untuk ternak, ikan dan udang
  • Meningkatkan pertambahan berat badan harian (ADG)
  • Meningkatkan nafsu makan ternak, ikan dan udang
  • Mempercepat pertumbuhan ternak, ikan dan udang
  • Mempercepat waktu panen (untuk ternak pedaging dan ikan)
  • Mengurangi angka kematian
  • Meningkatkan kandungan gizi daging ikan dan ternak
  • Mengurangi bau kotoran ternak
  • Produk alami yang aman untuk ternak, ikan, udang dan lingkungannya
Cara Penggunaan Viterna Plus Organik Serbuk
  • Ternak Besar: Sapi, Kerbau, dan lain-lain -> 5-10 gram/ekor/hari dicampurkan air minum atau campuran pakan (komboran)
  • Ternak Kecil: Kambing, Domba, Kelinci, dan lain-lain -> 5 gram/ekor/hari dicampurkan air minum atau campuran pakan (komboran)
  • Ternak Unggas: Ayam, Itik, Puyuh, Burung, dll -> 0,5-1 gram/liter air minum setiap hari:
    1. Pedaging: diberikan 1 hari sekali
    2. Petelur: diberikan 3 hari sekali
  • Perikanan: Bandeng, Udang, Ikan Mas, Lele, Nila, Gurame, Patin, dll -> 5-10 gram + 1 liter air + 3 kg pakan ikan
Catatan: Kombinasi pemakaian Viterna akan lebih maksimal jika dipadukan dengan penggunaan TANGGUH Probiotik atau POC NASA + Hormonik.

Produk yang resmi dilaunching bulan November 2014 ini tersedia dalam kemasan Box (Kotak) yang berisi 10 sachet dimana masing-masing sachet memiliki berat bersih 25 gram. Secara ekonomis pemakaian antara Viterna bentuk Serbuk dan Cair untuk ternak tidak jauh berbeda, jadi, hanya masalah selera saja. Jika anda membutuhkan Viterna dan anda dari daerah yang sulit dijangkau pengiriman berat, kalaupun ada tetapi biaya kirimnya mahal, anda bisa mempertimbangkan untuk memakai Viterna Plus Organik Serbuk untuk meningkatkan produksi ternak anda..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kambing Kacang

Kambing kacang adalah ras unggul kambing yang pertama kali dikembangkan di Indonesia. Kambing kacang merupakan kambing lokal Indonesia, memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi alam setempat serta memiliki daya reproduksi yang sangat tinggi. Kambing kacang jantan dan betina keduanya merupakan tipe kambing pedaging.

Resep Kambing Guling

Resep Masakan – Kambing Guling Bahan-bahan : 1 ekor kambing muda yang sedang besarnya, buang kepala, kaki, jeroan dan kulinya. 1/4 kg ketumbar disangrai dan dihaluskan. 1 sdt biji pala halus 1 sdm lada bubuk 1/4 kg bawang putih dihaluskan 2 sdm garam 1 botol kecap manis 150 gr gula merah 100 ml minyak goreng 250 ml kecap Inggris Bahan Saos : 1/2 botol kecap manis 200 gr bawang merah dipotong-potong 1/2 kg tomat dipotong kotak-kotak kecil 1/4 kg cabe rawit hijo dirajang 10 buah jeruk limau 30 lembar daun jeruk dibuang batang tebalnya (tengahnya)dirajang halus. Cara Membuat: Campur seluruh bahan bumbu menjadi satu, aduk hingga rata benar. Lumuri seluruh permukaan kambing dan dalam kambing dengan campuran bumbu hingga rata, diamkan selama satu jam agar bumbu meresap. Bakar kambing di atas bara dengan jarak 40 cm (jarak bara dengan kambing) sambil dioleskan kembali sisa bumbu hingga bumbu habis. Bakar kambing sambil diputar-putar agar matangnya merata, hid...

Kambing PE (Perternakan Etawa)

Kambing ini merupakan  hasil persilangan antara kambing Etawa dengan kambing lokal/Kacang, dengan tujuan lebih mampu beradaptasi dengan kondisi Indonesia. Kambing ini dikenal sebagai  kambing PE (Peranakan Etawa) , dan saat ini juga dianggap sebagai kambing Lokal.